Rabu, 24 Desember 2014

PENDELEGASIAN WEWENANG, SENTRALISASI DAN DESENTRALISASI

NAMA   : LU'LUATUL MA'SUMAH
NPM      : 26214165
KELAS : 1EB38

BAB I
PENDELEGASIAN WEWENANG

1.1  Pengertian Pendelegasian Wewenang
Delegasi wewenang adalah proses dimana manajer mengalokasikan wewenang kepada bawahannya.
Delegasi adalah suatu pelimpahan wewenang dan tanggung jawab formal kepada orang lain untuk melaksanakan kegiatan tertentu.
Pendelegasian adalah pelimpahan kekuasaan, wewenang dan tanggung jawab kepada orang lain.
Pendelegasian wewenang merupakan proses yang bertahap yang menciptakan pembagian kerja, hubungan kerja dan adanya kerja sama dalam suatu organisasi/perusahaan. Pendelegasian wewenang dapat memperluas ruang gerak dan waktu seorang manager.

Berikut adalah definisi atau pengertian dari Delegasi oleh beberapa pakar :
·         Drs. H. Malayu S.P Hasibuan
Pendelegasian wewenang adalah memberikan sebagian pekerjaan atau wewenang oleh delegator kepada delegate (utusan) untuk dikerjakannya atas nama delegator.
·         Raplh C. Davis
Pendelegasian wewenang hanyalah tahapan dari suatu proses ketika kita menyerahkan wewenang, berfungsi melepaskan kedudukan dengan melaksanakan pertanggung jawaban.

1.      Macam-macam pandangan wewenang formal
Wewenang (authority)
Adalah hak untuk melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu agar tercapai tujuan tertentu. Wewenang merupakan hasil delegasi atau pelimpahan wewenang dari atasan ke bawahan dalam suatu organisasi. Dua pandangan yang saling berlawanan tentang sumber wewenang, yaitu:
1.    Teori formal (pandangan klasik) Wewenang merupakan anugrah, ada karena seseorang diberi atau dilimpahi hal tersebut. Beranggapan bahwa wewenang berasal dari tingkat masyarakat yang tinggi
2.    Teori penerimaan (acceptance theory of authority)
Wewenang timbul hanya jika dapat diterima oleh kelompok atau individu kepada siapa wewenang tersebut dijalankan.

2. Macam-macam wewenang ada 3 yaitu :
Wewenang Lini (line authority)
adalah wewenang dimana atasan melakukannya atas bawahannya langsung. Yaitu atasan langsung memberi wewenang kepada bawahannya.
Sumber Konflik Lini-Staf
Faktor-faktor yang dapat menimbulkan berbagai konflik di antara departemen dan orang-orang lini dan staf :
1.      Perbedaan umur dan pendidikan
2.      Perbedaan tugas
3.      Perbedaan sikap
4.      Perbedaan posisi

Wewenang Staf (staff authority)
 adalah hak yang dipunyai oleh satuan-satuan staff atau para spesialis untuk menyarankan, memberi rekomendasi, atau konsultasi kepada personalia ini.
Ada 2 tipe staf :
1.      Staf pribadi , dibentuk untuk memberikan saran, bantuan dan jasa kepada seorang manajer (individual)
2.      Staf spesialis, disebut sebagai “asisten pribadi”/”asisten staf” untuk memberikan saran, bantuan dan melayani seluruh lini dan unsur organisasi, disebut spesialis karena fungsinya sempit dan membutuhkan keahlian khusus.

Wewenang Staf Fungsional (functional staff authority)
adalah hubungan terkuat yang dapat dimiliki staf dengan satuan-satuan lini
Keuntungan Wewenang Fungsional :
1.    Pekerja dapat menarik keuntungan dari para ahli  dari berbagai bidang
     Kerugian Wewenang Fungsional.
2.    Kemungkinan akan munculnya masalah perilaku organisasi yang dikaitkan dengan “melayani dua tuan”.
3.    Konsekuensinya muncul kecendrungan rival yang berkembang antar departemen

3.      POLA PENDELEGASIAN
Pola pendelegasian yang membawa hasil memiliki ciri-ciri khusus yang harus dipahami oleh setiap orang. Ciri-ciri khusus tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.
1.  Pendelegasian yang menghasilkan bukanlah pendelegasian pesuruh/babu "Jalankan ini, jalankan itu, lakukan ini, lakukan itu, dsb." Pendelegasian yang sebenarnya tidak berfokus pada prosedur- prosedur dan cara-cara yang digunakan, tetapi terarah kepada upaya pencapaian sasaran/target dan hasil-hasilnya. Prosedur dapat ditetapkan dalam polis/suatu ketentuan, tetapi cara/metode harus dicari sendiri dan dikembangkan oleh setiap pekerja.

2.  Pendelegasian yang menghasilkan adalah pendelegasian pelayanan, yaitu pendelegasian yang berwawasan serta bertujuan melayani. Aspek-aspek pendelegasian ini dikemukakan di bawah ini.

a.  Fokus pendelegasian adalah hasil kerja yang diharapkan tercapai, dalam upaya menggapai       sasaran/tujuan akhir dari organisasi.
b.      Pendelegasian dilaksanakan dengan sikap hormat yang didasarkan atas penghargaan dan kesadaran terhadap diri sendiri sebagai sesuatu yang "berharga", serta memerhatikan harga diri dan kehendak bebas orang lain, di mana setiap pekerja dipandang sebagai subjek, dan bukan objek kerja.

4.         Latar belakang dari digunakannya delegasi
Ada alasan delegasi itu diperlukan,di antaranya :
1.   Memungkinkan atasan dapat mecapai lebih dari pada mereka menangani setiap tugas sendiri
2.   Agar organisasi dapat berfungsi lebih efisien
3.   Atasan dapat memusatkan tenaga kepada suatu tugas yang lebih diprioritaskan
4.   Dapat mengembangkan keahlihan bawahan sebagai suatu alat pembelajaran dari kesalahan.
5.   Karena atsan tidak mempunyai kemampuan yang dibutuhkan dalam pembuatan keputusan.
6.  Pendelegasian memungkinkan manajer perawat mencapai hasil yang lebih baik dari pada semua kegiatan ditangani sendri.
7.   Agar organisasi berjalan lebih efisien.
8.   Pendekatan memungkinkan manajer perawatvdapat memusatkan perhatian terhadap tugas tugas prioritas yang lebih penting.
9.   Dengan pendelegasian,memungkinkan bawahan untuk tumbuh dan berkembang,bahkan dapat dipergunakan sebagai bahan informasi untuk belajar dari kesalahan atau kerbrhsilan.

5.         Manfaat Pendelegasian Wewenang
1.     Manajer memiliki banyak kesempatan untuk mencari dan menerima peningkatan tanggungjawab         dari tingkatan manajer yang  tinggi
2.      Memberikan keputusan yang lebih baik
3.      Pelimpahan yang efektif mempercepat pembuatan keputusan
4.      Melatih bawahan memikul tanggungjawab, melakukan penilaian dan meningkatkan keyakinan           diri serta kesediaan untuk berinisiatif

Hambatan Terhadap Pendelegasian Yang Efektif
Penyebab keengganan untuk mendelegasikan wewenang adalah :
a.  Perasaan tidak aman. Manajer enggan mengambil resiko untuk melimpahkan tugas atau mungkin       takut kehilangan kekuasaan bila bawahannya terlalu baik melaksanakan tugas.
b.  Ketidak mampuan manajer. Sebagian manajer bisa sangat tak teratur dalam membuat perencanaan     ke depan.
c.  Ketidak percayaan kepada bawahan
d.  Manajer merasa bahwa bawahan lebih senang tidak mempunyai hak pembuatan keputusan yang         luas

Penyebab keengganan untuk menerima pendelegasian wewenang adalah:
a.    Perasaan tidak aman bagi bawahan untuk menghindari tanggungjawab dan resiko.
b.   Bawahan takut dikritik atau dihukum karena membuat kesalahan.
c.   Bawahan tidak mendapat cukup rangsangan untuk beban tanggungjawab tambahan.
d.   Bawahan kurang peracaya diri dan merasa tertekan bila dilimpahi wewenang pembuatan                  keputusan yang lebih besar

6.         Syarat Untuk Delegasi Yang Efektif
a.     Kesediaan manajer untuk memberi kebebasan kepada bawahan dalam melaksanakan tugas yang         dilimpahkan.
b.     Komunikasi yang baik antara manajer dan bawahan.
c.     Meningkatkan kompleksitas tugas yang dilimpahkan dan derajat pelimpahan dalam suatu jangka         waktu tertentu.

7.         Prinsip-prinsip klasik yang dapat dijadikan dasar untuk delegasi yang efektif adalah:
1.      Prinsip Skalar
Menyatakan harus ada garis otoritas yang jelas yang menghubungkan tingkat paling tinggi dengan tingkat paling bawah. Garis otoritas yang jelas ini memudahkan anggota organisasi untuk megetahui:
a. kepada siapa dia dapat mendelegasikan
b. siapa yang dapat melimpahkan wewenang kepadanya
c. kepada siapa dia bertanggung jawab
Dalam proses penyusunan garis otoritas diperlukan kelengkapan pendelegasian wewenang, yaitu semua tugas yang diperlukan dibagi habis. Hal ini digunakan untuk menghindari:
a. gaps
b. overlaps
c. splits
2.      Prinsip kesatuan perintah (unity of command)
Menyatakan setiap orang dalam organisasi harus melapor pada satu atasan. Melapor pada lebih dari satu orang akan menyulitkan seseorang untuk mengetahui kepada siapa ia harus bertanggung jawab dan perintah siapa yang harus diikuti. Bertanggung jawab kepada lebih dari satu atasan juga akan membuat bawahan dapat menghindari tanggungjawab atas pelaksanaan tugas yang jelek dengan alasan banyaknya tugas dari atasan lain.
3.      Tanggungjawab, wewenang dan akuntabilitas
Tanggung jawab ( responsibility ) berarti bahwa seseorang diberikan satu tugas yang seharusnya ia kerjakan. Ketika mendelegasikan tanggung jawab atas suatu pekerjaan, manajer hendaknya mendelegasikan cukup wewenang kepada bawahan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.
Wewenang, ingat kembali, berarti bahwa seseorang memiliki kekuasaan dan hak untuk mengambil keputusan, memberikan perintah, menggunakan sumber daya, dan melakukan hal-hal lain yang dibutuhkan untuk memenuhi tanggung jawabnya, fronisnya, cukup lazim bagi seseorang untuk memiliki tanggung jawab lebih bayak daripada wewenagnya, mereka harus memberikan kinerja sebaik mungkin melalui taktik-taktik pengaruh secara informal sebagai ganti dari mengandalkan diri sepenuhnya pada wewenang.
Akuntabilitas (Accountability) berarti bahwa manajer bawahan tersebut memiliki hak untuk mengharapkan bawahan melaksanakan pdan hak untuk mengambil tindakan perbaikan jika bawahan gagal untuk melaksanakannya.



BAB II
SENTRALISASI DAN DESENTRALISASI
1.1  Tantangan Desentralisasi
•      Lingkungan kerja lebih kompleks, tidak pasti. Spt: karakteristik pasar, tekanan kompetitif, dan ketersediaan material
•      Manajer level bawah mampu dan berpengalaman dalam membuat keputusan
•      Manajer level bawah ingin bersuara dalam pembuatan keputusan
•      Keputusannya signifikan
•      Kultur perusahaan terbuka untuk memungkinkan para manajer bersuara tentang apa yang sedang terjadi
2.2 Sentralisasi Versus Desentralisasi
A. Istilah dan Pengertian Sentralisasi :
Sentralisasi adalah memusatkan seluruh wewenang atas segala urusan yang menyangkut pemerintahan kepada tingkat pusat. Sentralisasi banyak digunakan pada pemerintahan lama di Indonesia sebelum adanya otonomi daerah.
Kelemahan dari sistem sentralisasi adalah di mana seluruh keputusan dan kebijakan di daerah dihasilkan oleh orang-orang yang berada di pemerintah pusat, sehingga waktu yang diperlukan untuk memutuskan sesuatu menjadi lama.
Kelebihan sistem ini adalah di mana pemerintah pusat tidak harus pusing-pusing pada permasalahan yang timbul akibat perbedaan pengambilan keputusan, karena seluluh keputusan dan kebijakan dikoordinir seluruhnya oleh pemerintah pusat. berpusat pada satu titik.

B. Istilah dan Pengaertian Desentralisasi
Desentralisasi sebenarnya adalah istilah dalam keorganisasian yang secara sederhana di definisikan sebagai penyerahan kewenangan. Desentralisasi di bidang pemerintahan adalah pelimpahan wewenang dari Pemerintah Pusat kepada satuan organisasi pemerintahan di wilayah untuk menyelenggarakan segenap kepentingan setempat dari sekelompok penduduk yang mendiami wilayah tersebut.

Desentralisasi juga dapat diartikan sebagai pengalihan tanggung jawab, kewenangan, dan sumber-sumber daya (dana, manusia dll) dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah.
Menurut UU Nomor 5 Tahun 1974, desentralisasi adalah penyerahan urusan pemerintah dari pusat kepada daerah. Pelimpahan wewenang kepada Pemerintahan dapat memperbaiki serta meningkatkan efektifitas dan produktifitas suatu organisasi untuk mencapai suatu pemerintahan yang efisien. Namun kelemahan dari sistem desentralisasi pada otonomi khusus untuk daerah adalah euforia yang berlebihan di mana wewenang tersebut hanya mementingkat kepentingan golongan dan kelompok serta digunakan untuk mengeruk keuntungan pribadi atau oknum. Hal tersebut terjadi karena sulit untuk dikontrol oleh pemerintah di tingkst pusat.
Tujuan dari desentralisasi adalah :
·    Mencegah pemusatan keuangan.
·    Sebagai usaha pendemokrasi pemerintah daerah untuk mengikutsertakan keuangan bertanggung         jawab terhadap penyelenggaraan pemerintahan.
·    Penyusunan program-program untuk perbaikan sosial ekonomi pada tingkat local sehingga dapat         lebih realistis.
·    Dekonsentrasi wewenang administratif Dekonsentrasi berupa pergeseran volume pekerjaan dari           departemen pusat kepada perwakilannyan yang ada didaerah tanpa adanya penyerahan atau                 pelimpahan kewenangan untuk mengambil keputusan atau keleluasaan untuk membuat keputusan.
·    Delegasi kepada pengusaha otorita
·    Devolusi kepada pemerintah daerah
·    Pemindahan fungsi dari pemerintah kepada swasta yang disebut sebagai pemindahan fungsi dari         pemerintahan kepada swasta atau privatisasi.

2.3 Faktor – faktor yang mempengaruhi derajat desentralisasi adalah sebagai berikut :
1.      Filsafat Manajemen
2.      Ukuran dan tingkat pertumbuhan ekonomi
3.      Strategi dan lingkungan organisasi
4.      Penyebaran geografis organisasi
5.      Pengawasan yang efektif
6.      Kualitas manajer
7.      Keaneka – ragaman produk dan jasa
8.      Karakteristik – karakteristik organisasi lainnya

Penyusunan personalia organisasi
Sumber daya terpenting suatu organisasi adalah sumber daya manusia – orang – orang yang memberikan tenaga, bakat, beraktivitas, dan usaha mereka kepada organisasi.
Penyusunan persoanlia adalah fungsi manajen yang berkenaan dengan penarikan, penempatan, pemberian latihan, dan pengembangan anggota-anggota organisasi. Kegiatan – kegiatan penyusunan personalia sangat eraat hubungannya dengan tugas – tugas kepemimpinan, motivasi, dan komunikasi sehingga pembahasannya sering ditempatkan
sebagai bagian dari fungsi pengarahan. Proses penyusunan personalia :
1.      Perencanaan sumberdaya manusia.
2.      Penarikan pengadaan calon-calon personalia.
3.      Seleksi.
4.      Pengenalan orientasi.
5.      Pelatihan dan pengembangan.
6.      Penilaian pelaksanaan kerja.
7.      Pemberian balas jasa dan penghargaan.
8.      Perencanaan dan pengembangan karir.

Perencanaan sumberdaya manusia :
1.      Penentuan jabatan-jabatan yang harus diisi.
2.      Pemahaman pasar tenaga kerja
3.      Pertimbangan kondisi, permintaan, dan penawaran karyawan.

JHA logeman membagi desentralisasi menjadi 3 macam, yaitu :
a.   Dekonsentrasi atau Desentralisasi jabatan, yaitu pelimpahan kekuasaan dari alat perlengkapan             negara tingkat lebih atas kepada bawahannya guna melancarkan tugas pemerintah.
b.  Desentralisasi ketatanegaraan atau desentralisasi politik yaitu pelimpahan kekuasaan perundangan       politik yaitu pelimpahan kekuasaan perundangan dan pemerintahan kepada daerah-daerah otonom       dalam lingkungannya.
c.  Desentralisasi Teritorial (Kewilayahan), yaitu penyerahan kekuasaan untuk mengatur dan                     mengurus rumah tangganya sendiri (autonomie), batas pengaturannya adalah daerah. Desentralisasi     teritorial mengakibatkan adanya otonomi pada daerah yang menerima penyerahan. Dimana daerah     otonom tersebut dapat menentukan sendiri kebijakan daerahnya, kecuali kebijakan dalam bidang:
1.      Politik Luar Negeri          5. Moneter      
2.      Pertahanan                       6. Fiskal
3.      Keamanan                        7. Agama
4.      Peradilan                         

2.4    KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN DESENTRALISASI
Keuntungan Desentralisasi:
Menurut Smith (1985) dalam Hanif Nurcholis menjelaskan bahwa kebijakan desentralisasi ini memiliki keuntungan-keuntungan sebagai berikut:
·   Desentralisasi diterapkan dalam upaya pendidikan politik.
·   Untuk latihan kepemimpinan politik.
·   Untuk memelihara stabilitas politik.
·   Untuk mencegah konsentrasi kekuasaan di pusat.
·   Untuk memperkuat akuntabilitas publik.
·   Untuk meningkatkan kepekaan elit terhadap kebutuhan masyarakat lewat pendekatan pelayanan          publik.
·   Dalam system desentralisasi, dapat diadakan pembedaan dan pengkhususan yang berguna bagi            kepentingan tertentu,yakni daerah dengan lebih mudah menyesuaikan diri dengan kebutuhan              khusus daerah.
·    Dengan adanya desentralisasi territorial, daerah otonom dapat merupakan semacam laboratorium        dalam hal-hal yang berhubungan dengan pemerintahan, yang dapat bermanfaat bagi seluruh                wilayah negara. Hal yang baik diterapkan pada seluruh wilayah negara sedangkan yang kurang            baik dibatasi pada daerah tertentu saja.
·   Mengurangi kemungkinan kesewenang-wenangan dari pemerintah pusat.
·   Dari segi psikologi, desentralisasi dapat lebih memberikan kewenangan memutuskan yang lebih          besar kepada daerah.
·   Desentralisasi akan memperbaiki kualitas pelayanan karena lebih dekat dengan masyarakat yang         dilayani. 
·   Sehubungan dengan pendapat ditarik kesimpulan bahwa desentralisasi membawa banyak                    keuntungan yang dapat membuat daearh lebih mandiri, kuat dan dapat menyelenggarakan                    pemerintahan dengan daya, inovatif dan kreativitas tinggi untuk mensejahterakan rakyat di                  daerahnya.

           Keuntungan Kebijakan Desentralisasi  sebagai berikut:
  • Mengurangi bertumpuknya pekerjaan di pusat pemerintahan.
  • Dalam menghadapi masalah yang amat mendesak membutuhkan tindakan yang lebih cepat, sehingga daerah tidak perlu menunggu instruksi dari pemerintah pusat.
  • Dapat mengurangi birokrasi dalam arti yang buruk karena setiap keputusan dapat segera dilaksanakan.


Kerugian Desentralisasi :
·    Wewenang itu hanya menguntungkan pihak tertentu atau golongan serta dipergunakan untuk               mengeruk keuntungan para oknum atau pribadi.
·     Sulit dikontrol oleh pemerinah pusat.
·    Masa transisi dari sistem sentralisasi ke desintralisasi ke memungkinkan terjadinya perubahan             secara gradual dan tidak memadai serta jadwal pelaksanaan yang tergesa-gesa.
·    Kurang jelasnya pembatasan rinci kewenangan antara pemerintah pusat, propinsi dan daerah.
·    Kemampuan keuangan daerah yang terbatas.
·    Sumber daya manusia yang belum memadai.
·    Kapasitas manajemen daerah yang belum memadai.
·    Restrukturisasi kelembagaan daerah yang belum matang.
·    Pemerintah pusat secara psikologis kurang siap untuk kehilangan otoritasnya.
·    Meningkatnya Keterbatasan kemampuan keuangan daerah dan masyarakat (orang tua)                         menjadikan jumlah anggaran belanja sekolah akan menurundari waktu sebelumnya,sehingga akan       menurunkan motivasi dan kreatifitas tenaga kependidikan di sekolahuntuk melakukan                         pembaruan.
·     Biaya administrasi di sekolah meningkat karena prioritas anggarandi alokasikan untuk menutup           biaya administrasi, dan sisanya baru didistribusikan ke sekolah.
·     Kebijakan pemerintah daerah yang tidak memperioritaskan pendidikan, secara kumulatif                     berpotendsi akan menurunkan pendidikankesenjangan anggaran pendidikan antara daerah,antar           sekolah antar individu warga masyarakat.
·     Penggunaan otoritas masyarakat yang belum tentu memahamisepenuhnya permasalahandan                 pengelolaan pendidikan yang pada akhirnya akan menurunkan mutu pendidikan.
·     Kesenjangan sumber daya pendidikan yang tajam di karenakan perbedaan potensi daerah yang           berbeda-beda. Mengakibatkan kesenjangan mutu pendidikan serta melahirkan kecemburuan               sosial.
·     Terjadinya pemindahan borok-borok pengelolaan pendidikan dari pusat ke daerah.
·     Permasalahan keterlambatan di terbitkanya PP tentang pembagian urusan.
·     Pemerintah engan dalam mendelegasikan kewenangan kepada daerah, hal ini terlihat dari masih         adanya balai pelaksanaan teknis pusat di daerah yang di bentuk oleh departemen teknis,                       pelaksanaan pembiayaanya bersumber dari pusat yang konsekuensinya berkurang inovasi dan             kreatifitas di daerah dalam melaksanakan kewenanganya.
·    Sistem hukum dan pembuktian terbalik masih absurd atau kabur sehinga muncul keraguan satuan       kerja dalam melaksanakan program atau kegiatan di daerah.
·    Belum optimalnya pengelolahan sumber daya yang berakibat pada rendahnya PAD, hal ini                   berimplikasi pada rendahnya Rasio PAD terhadap APBD.
·    Belum optimalnya penerapan sangsi dan penghargaan bagi sumber daya manusia aparatur di               daerah.
·    Pemekaran ego bagaimana berbagi bagi kekuasaan atau orang mendapat bagian kekuasaan di               daerah mencoba memekarkan daerah yang akan menghabiskan APBN negara.
·    Korupsi pemindahan ladang korupsi dari pusat kedaerah.
·    Konflik vertikel dan herizontan, misalnya dalam pelaksanaan pilkada.
·    Munculnya pilkada langsung yang banyak menghabiskan dana dan rawan konflik. Ongkos yang         di bayar untuk pilkada (Ongkos Demokrasi) sangat mahal di Indonesia adalah konsekuensi                   pelaksanaan otonomi daerah.

Referensi :
http://isnatunnisa.wordpress.com/2012/11/02/05-wewenang-delegasi-dan-desentralisasi/

Selasa, 02 Desember 2014

Teknologi Informasi Yang Berhubungan Dengan Akuntansi

Software Akuntansi Dac Easy Accounting (DEA)

DacEasy Accounting adalah satu software komputer untuk akuntansi yang di produksi oleh Sage Software, Inc. DacEasy Acoounting merupakan serangkaian modul yang terintegrasi guna mengolah data akuntansi sehingga menghasilkan laporan keuangan. Dengan DacEasy Accounting pengolahan data akuntansi yang manual relatif tidak diperlukan lagi, karena dapat ditangani dengan cepat dan tepan oleg DaEasy Accounting. DaEasy Accounting (DEA) buatan DaEasy Inc. -Dallas, Texas AS merupakan program komputer akuntansi yang paling dikenal di Indonesia era tahun 1990-an.

Kelengkapan fasilitas, fleksibel dan mudah dioperasikan menjadikan DEA lebih tepat diposisikan sebagai software untuk menjalankan bisnis daripada sekedar software akuntansi. DEA memiliki berbagai keunggulan dibanding software sejenis dimasa itu terutama pada modul Inventory danberbagai jenis laporan yang sangat mendukung keakuratan data untuk pengambilan keputusan bisnis disektor keuangan.

Saat ini sudah beredar DEA versi Indonesia dengan sistem operasi DOS yang telah disesuaikan dengan kondidi seperti penambahan digit dan modul dalam bahasa Indonesia. Perkembangan DEA dengan sistem operasi windows dimulai pada tahun 1993 (versi 1) dengan nama DaEasy Accounting for Windows. DEA versi 1 diperbaharui dengan mengeluarkan versi 2, disusul kemudian versi 3 yang dikenal dengan sebutan DaEasy Accounting & Payroll 95, kemudian versi 4 yang dikenal dengan DaEasy Accounting & Payroll 97 yang dikeluarkan tahun 1997.

  1. Jurnal pembelian adalah jurnal khusu yang digunakan untuk mencatat transaksi pembelian barang dagang atau aktiva lainsecara kredit.
  2. Jurnal pengeluaran kas adalah jurnal khusu yang digunakan untuk mencatat transaksi dimana perusahaan mengeluarkan uang secara tunai. (berupa : cek, giro pos, giro bilyet, wesel pos, traveler check).
  3. Jurnal penjualan adalah jurnal khusus yang digunakan untuk mencatat penjualan barang dagang secara kredit.
  4. Jurnal penerimaan kas adalah jurnal khusus yang digunakan untuk mencatat dimana perusahaan menerima uang secara tunai (berupa : cek, giro pos, giro bilyet, wesel pos, traveler check).

Siklus Akuntansi adalah suatu proses yang penyediaan laporan keuangan perusahaan untuk suatu periode wakti tertentu. Siklus ini dimulai dari terjadinya transaksi, sampai penyiapan laporan keuangan pada akhirsuatu periode. Ditinjau dari segi waktu siklus akuntansi dapat dikelompokkan dalam 2 tahap, sebagai berikut :

  1. Tahap pencatatan, yang dilakukan selama periode akuntansi, meliputi pencatatan bukti transaksi, jurnal dan buku besar.
  2. Tahao pengikhtisaran, yang dilakukan pada akhir periode akuntansi, meliputi penyusunan neraca saldo, jurnal penyesuaian, laporan keuangan serta penutupan buku besar.
Adapun modul yang disertakan dalam DaEasy Acoounting adalah sebagai berikut :
  1. Custumer
  2. Vendors
  3. Products
  4. General Ledger
  5. Purchaise Order
  6. Invoicing
  7. Fixed Asset
  8. Financials
  9. Report Generator
  10. Payroll
  11. Assistant
  12. Layout Desaigner
Kelebihan :
  • Respon cepat.
  • Jarang terkena virus.
  • Data akan tersimpan secara otomatis jika terjadi keadaan yang tak terduga, contoh : mati lampu.
Kekurangan :
  • Tampilan masih hitam putih.
  • Sangat sulit untuk di upgrade jika untuk pengembangan software ini.
  • Masih memerlukan printer yang lama (dot matrix).
Kesimpulan :

Software DaEasy Accounting (DEA) ini memang sudal lama bisa dibilang ketinggalan jaman untuk dibandingkan dengan software baru saat ini. Namun software ini masih banyak digunakan dalam proses pencatatan transaksi sehingga menghasilkan laporan keuangan. Disamping mudah untuk dipelajari, softeare ini lebih tepat untuk menjalankan sebuah bisnis daripada sekedar software akuntansi. Karena berbagai jenis laporan pada software ini sangat mendukung keakuratan data untuk pengambilan keputusan bisnis disektor keuangan.

Referensi :
http://shantiwidyakusuma.blogspot.com/2012/01/software-akuntansi-dac-easy-accounting.html
http://shared-information.blogspot.com/2011/07/5-software-akuntansi-kelemahan.html


Rabu, 12 November 2014

Biografi Ferry Mursyidan Baldan

Drs. Ferry Mursyidan Baldan (lahir di Jakarta 16 Juni 1961 umur 53 tahun) adalah Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN yang menjabat dari 27 Oktober 2014 pada Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla yang telah diumumkan di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Minggu 26/10/2014. Sebelumnya ia adalah anggota Komisi II DPR RI untuk periode 2004-2009 sekaligus Ketua Pansus Rancangan Undang-Undang Pemilu. Dia terakhir kali menjadi anggota DPR pada periode 1999-2009, dari Partai Golkar. Namun, sekarang dia adalah salah satu Ketua DPP Partai Nasional Demokrat.

Riwayat Pendidikan Drs. Ferry Mursyidan Baldan : Lahir dan besar di Jakarta, Ferry menyelesaikan pendidikan Sekolah Dasar di SD Slipi II Pagi Jakarta pada 1973. Ferry menyelesaikan pendidikan Sekolah Menengah Pertama di SMP, Al-Azhar Jakarta 1976. Ferry juga menyelesaikan Sekolah Menengah Atas di  SMAN 70 Bulungan Jakarta 1980. Gelar sarjana Ferry didapat dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran (Unpad). Selepas kuliah, Ferry menjadi peneliti Lapangan Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES), Bandung. 

Riwayat Pekerjaan :

  • Penelitian lapangan Wilayah Jawa Barat, LP3ES, 1989
  • Anggota, MPR-RI Fraksi Utusan Golongan,1992-1997
  • Anggota Komisi II, DPR RI, 1997-1999
  • Wakil Ketua Komisi II, DPR RI, 1999-2004
  • Ketua Komisi II, DPR RI, 2004-2006
  • Anggota Komisi II, DPR RI, 2006-2009
  • Ketua Pansus RUU PA, DPR RI, 2006
Riwayat Organisasi :
  • Ketua Umum, BADKO HMI Jawa Barat, 1989-1990
  • Ketua Umum, PB HMI, 1990-1992
  • Anggota, Badan Perwakilan Mahasiswa Fisip UNPAD, 1984-1985
  • Ketua Umum, Senat mahasiswa Fisip UNPAD1985-1986
  • Sekretaris Jendral, DPP AMPI, 1998-2003
  • Ketua Departemen Pemuda, DPP Partai Golkar, 1992-2004
  • Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan, DPP Partai Nasional Demokrat, 2010
Prestasi : 10 Besar Anggota DPR Terbaik-2004, penghargaan ini diberikan oleh kordinatoriat Wartawan DPR RI karena dirinya dianggap menguasai komisi yang digelutinya (Komisi II), profesional dalam menjalankan tugas, memiliki bobot intelektualitas yang tinggi, berkomitmen, serta populer di kalangan wartawan.

Pendapat dan Harapan Saya kedepannya : Saya yakin beliau mampu melaksanakan tugas dan amanat kerja yang telah diberikan oleh Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Karena dilihat diriwayat pendidikannya sesuai dengan profesi yang beliau jalani sekarang, pengalaman kerjanya serta pengalaman organisasi beliau juga cukup mendukung dan selalu meningkat. Dan dilihat dari penghargaan yang beliau raih cukup Baik. Saya juga sempat membaca pada link http://nasional.kompas.com/read/2014/11/12/14501141/Ferry.Mursyidan.Siap.Dicopot.jika.Jokowi.Merasa.Tidak.Terbantu, Beliau mengemukakan "Jangankan ada target. Pertanyaannya apakah Jokowi terbantu dengan hadirnya saya? Kalau dia tidak merasa terbantu ya sudah, saya kan jadi bukan pembantu presiden kalau tidak membantu". Politisi ini menganggap peringatan Joko Widodo tersebut adalah sesuatu yang wajar. Ferry mengaku akan menjadikan peringatan Jokowi itu untuk selalu bekerja dengan lebih baik. Dia tidak akan merasa terganggu apalagi terancam dengan peringatan itu.

"Memang harusnya begitu kan, kita ini tugasnya membantu. Kalau presiden merasa tidak terbantu dicopot saja," ujarnya. 
Harapan saya beliau menjadi Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN adalah mampu membantu dan meringankan masyarakat dalam pembuatan sertifikat tanah dengan waktu yang tidak terlalu lama. Karena kasihan masyarakat yang sudah mengeluarkan biaya yang banyak untuk membayar Notaris dalam pembuatan sertifikat tanah.
Sekian tulisan yang saya tulis ini, semoga bermanfaat bagi para pembacanya, saya selaku mahasiswa mengharapkan yang terbaik dalam kebangkitan negeri ini dengan Kabinet yang telah dibentuk, dan memohon untuk rakyat dapat mendukung apa yang telah ditetapkan oleh negara ini, INDONESIA.
Terimakasih.

Senin, 10 November 2014

Olympic Furniture

OVERVIEW OLYMPIC FURNITURE

Olympic Furniture adalah salah satu produsen furniture terbesar di Indonesia dengan kantor pusat yang bertempat di Kota Bogor. Setelah beroperasi selama lebih dari 26 tahun, Olympic Furniture telah menjadi perusahaan terkemuka yang memenuhi kebutuhan furniture baik dalam maupun luar negeri. Olympic Furniture memiliki lebih dari 35 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia dan telah memasok produk furniture berkualitas ke lebih dari 3600 toko tradisional, 250 modern retailer outlet, berbagai proyek milik instansi pemerintah dan swasta, direct selling serta menyediakan layanan penjualan online. Selain itu, Olympic Furniture telah mengekspor produk furniture ke lebih dari 100 negara di berbagai belahan dunia.
SEJARAH OLYMPIC
Berawal dari Box Speaker
Pada tahun 1975 mulailah ia menekuni bisnis box speaker dengan merancang dan membuat rangkaian elektroniknya. Hal ini dilakukan dengan modal menjual perhiasan milik isterinya. Ternyata, angin keberhasilan berhembus kencang kearah perjalanan bisnisnya. Box Speaker-nya laku keras dan banyak disukai orang. Sejak itulah selama bertahun-tahun ia terus memproduksi Box Speaker yang ternyata berbahan baku Partikel.
Meja Belajar yang Legendaris
Inspirasi memang kadang datang tak terduga. Suatu hari, Au Bintoro melihat mobil bak terbuka mengangkut sebuah meja belajar yang terbuat dari kayu. Ia berpikir, betapa sayangnya jika mobil sebesar itu hanya mengangkut satubuah meja belajar saja. “Jika mejanya bisa dibongkar pasang, pasti akan lebih menghemat tempat saat diangkut”, katanya dalam hati. Perpaduan bahan Box Speaker yang praktis dan bisa di bongkar pasang dan meja belajar kayu bergumul di pikirannya. Naluri bisnisnya yang tajam melahirkan insipirasi untuk menciptakan Meja Belajar dari bahan partikel yang biasa digunakan untuk Box Speaker. Au pun langsung merancang dan membuat sendiri sebuah meja belajar yang ukurannya lebih kecil dari biasa, berbahan partikel dan dapat dibongkar pasang. Sebagaimana Box  Speaker, Meja Belajar berbahan partikel tersebut juga laris terjual di pasaran, bahkan mulai melegenda. Sampai sekarang, jika bicara soal Meja Belajar, rasanya tak akan afdol kalau tidak menyebut nama Olympic. Akan tetapi, perjalanan menuju sukses memang tidak semulus yang dibayangkan. Ada saja lubang yang siap menghadang langkah. Pernah suatu kali Au mendapat pesanan ribuan meja belajar. Dengan percaya diri walaupun kontrak belum ditandatangani, Au sudah mulai mencicil pembuatan meja itu siang dan malam karena kapasitas produksi waktu itu masih sedikit. Namun malang baginya, pesanan tersebut batal padahal ribuan meja buatannya sudah menumpuk dan disimpan dimana-mana. Tapi langit belum runtuh, setelah menunggu tiga bulan tanpa kepastian, akhirnya Au menjual meja buatannya ke pasar, dan ternyata semuanya habis terjual !!
Lahirnya nama Olympic
Pada tahun 1982, Au Bintoro mendirikan perusahaan untuk memproduksi furniture knockdown secara massal, dan untuk melabel merek produknya tersebut, ia terinspirasi oleh Pesta Olahraga dunia yang berlangsung di Los Angles tahun 1984, Olympiade. Terilhami oleh popularitas Olimpiade tersebut, lahirlah nama Olympic Furniture lengkap dengan logonya, sebuah nama yang nantinya akan merajai pasar furniture di tanah air. Berawal dari Bogor, meja Olympic mulai merambah Jakarta dan kota-kota besar di Jawa, Sumatra dan Kalimantan. Au melakukan investasi dengan memperluas lahan, membangun pabrik bermesin modern, merekrut banyak karyawan, dan memperluas varian produk. Tempat Tidur, Lemari Hias, Lemari Pakaian, Rak TV, Kitchen Set, dan segala produk furniture lainnya mulai bermunculan dengan Merek Olympic. Pemisahan Divisi Pabrikan (manufacturing) dan divisi Pemasaran (marketing) yang dilakukan berhasil meningkatkan penjualan produk di pasaran. Tetapi cobaan kembali datang dengan datangnya krisis ekonomi yang melanda negara ini pada tahun 1997. Hal ini berdampak buruk pada Olympic. Beruntung Olympic saat itu telah memiliki tenaga-tenaga profesional yang diakui sendiri oleh Au sangat handal, sehingga bisnis Olympic masih dapat berjalan. Setelah masa-masa berat tersebut, produksi Olympic kembali berputar. Saat ini, Olympic  Furniture sudah menjadi bagian hidup dari konsumen Indonesia maupun luar negeri. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya cabang Olympic di seluruh Indonesia dan terdistribusinya produk Olympic hampir ke 100 negara di dunia.
PT Cahaya Sakti Furintraco
PT Cahaya Sakti Furintraco (CSF) didirikan oleh Bpk. Au Bintoro di kota Bogor pada tahun 1983 dengan jalur bisnis yang  ditempuh adalah memproduksi dan memasarkan produk-produk meja belajar yang bersifat knockdown furniture yang mengadopsi Olympic Furniture sebagai brand name-nya.
Untuk memperluas jariungan pemasaran dan distribusi pada tahun 1986 didirikan PT Cahaya Sakti Multi Intraco (CASMI). Perluasan pemasaran dan distribusi tersebut disertai dengan perluasan kelompok dan tipe produkny, mulai dari Bedroom set ke Living Room set ke Children set, dan Office set dengan tujuan mengakomodasi meningkatnya permintaan terhadap produk-produk knockdown untuk rumah tangga maupun perkantoran.
Saat ini Olympic Furniture sudah menjadi salah satu bagian hidup dari konsumen Indonesia maupun luar negeri. Hal ini ditunjukkan dengan adanya lebih dari 50 cabang Olympic di seluruh Indonesia yang mendistribusikan ke lebih dari 3.000 toko, baik Traditional Retail Outlet maupun Modern Retail Outlet, dan pendistribusian ke lebih 100 negara di seluruh pelosok dunia.
Mengetahuinya  pentingnya  terpenuhinya  permintaan  konsumen, CASMI memasarkan dan mendistrbusikan produk-produk sejenis dengan merk/brand berbeda yang sesuai dengan keadaan pasar, antara lain: Solid Furniture, Albatros, Procella, Olympia, Jaliteng, Grafier, dan Audiopro.
Product :
  1. Bedroom
  2. Children Set
  3. Livingroom
  4. Kitchen Set
  5. Office Set
  6. Spring Bed

VISI, MISI, DAN FILOSOFI

Visi

Visi

Menjadi Organisasi Perusahaan Furniture yang Komprehensif dan Integratif serta Berkelas Dunia.
Misi

Misi

Memberikan Keunggulan Kinerja Dan Keharmonisan Kerjasama Bagi Relasi Bisnis Serta Kemaslahatan Untuk Semua Pihak Yang Berkepentingan.
Filosofi

Filosofi

THE BEST GENERATION CONDUCTING FOR THE BEST REGENERATION Generasi yang terbaik melakukan alih generasi dengan tata cara yang terbaik, untuk melahirkan generasi penerus yang terbaik

AWARD

2006-2009

PRIMANIYARTA

  • Primaniyarta merupakan penghargaan yang diberikan oleh Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN) kepada para eksportir nasional yang mencatatkan prestasi terbaik dalam ekspor non-migas.
  • Primaniyarta
  • 2006-2012
  • IMAC
  • Indonesia Most Admired Companies (IMAC) Award 2012 merupakan penghargaan yang diberikan oleh Majalah Bloomberg Bussinessweek dan Lembaga Konsultan Frontier kepada perusahaan yang memiliki citra positif terhadap produk dan layanannya. Penghargaan ini diberikan setelah melakukan penilaian dengan mengacu pada beberapa kriteria yaitu, Quality, Performance, Responsibility dan Attractiveness.
  • IMAC
  • 2002-2013
    TOP BRAND AWARD
    Top Brand Award merupakan penghargaan yang diberikan untuk merek dianggap sebagai "TOP". "TOP" kriteria berdasarkan pada survei yang dilakukan oleh Frontier Consulting Group. Top Brand Index diformulasikan berdasarkan 3 variabel: Mind Share, Market Share dan Commitment Share.
  • Top Brand Award
  • 2006-2012
    INDONESIA BEST BRAND AWARD (IBBA) PLATINUM
    Olympic Furniture menerima penghargaan dari Indonesia Best Brand Award (IBBA) 2011 didalam kategori Furniture. Jenis Penghargaan IBBA 2011 yang diberikan kepada Olympic Furniture adalah IBBA 2011 – Platinum, yang artinya delapan tahun berturut-turut Olympic Furniture mampu mempertahankan kepercayaan dan memenuhi dengan baik kebutuhan konsumen akan produk furniture.
  • Indonesia Best Brand Award (IBBA) Platinum
  • 2007-2012
    SOLO BEST BRAND INDEX (SBBI)
    Olympic Furniture kembali mendapatkan SBBI (Solo Best Brand Index) di tahun 2011 ini. Survey dilakukan oleh SOLO POS bekerjasama dengan Optima Solusi Indonesia (OPSI) dan Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS). Berdasarkan hasil survey selama 3 (tiga) bulan, terhitung Bulan Maret sampai dengan Mei 2011, terhadap 1.500 responden, Merk Olympic Furniture kembali menjadi Pemenang didalam kategor Kategori elektronik dan perlengkapan rumah tanggai.
  • Solo Best Brand Index (SBBI)
  • 2002-2010
    ICSA
    Penghargaan ICSA adalah apresiasi terhadap merek yang berhasil memberikan kepuasan di mata masyarakat Indonesia. Penghargaan berdasarkan survei Frontier Consulting Group dan majalah SWA di Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Makassar dan Medan.
  • ICSA
  • 2005-2008
    E-COMPANY AWARD
    Penghargaan ini diberikan kepada perusahaan terbaik yang mengimplementasikan teknologi informasi yang terbukti mampu meningkatkan kinerja bisnis perusahaan.E-Company Award


  • 2002-2006
    IGDS
    Penghargaan IGDS diberikan oleh Pemerintah kepada perusahaan atau desainer yang telah melakukan upaya menghasilkan desain produk sesuai performa desain dan memenuhi kriteria good design.
  • IGDS
  • 2006-2008
    SNI AWARD
    Penghargaan SNI Award merupakan salah satu penghargaan tertinggi yang diberikan oleh Pemerintah kepada Perusahaan maupun industri Nasional yang konsisten menerapkan standar SNI.
  • SNI Award
  • 2012
    SOCIAL MEDIA AWARD
    Social Media Award diberikan kepada merek – merek yang paling banyak memperoleh pembicaraan/sentimen positif di situs social media. Metode pengukurannya mengacu pada EMSS Index (earned media share of voice by sentiment) dengan cara menghitung pembicaraan positif suatu merek ditambah persentase pembicaraan netral, dan dikurangi pembicaraan negatif.
  • Social Media Award
  • Sumber : http://olympicfurniture.id/id

Kamis, 06 November 2014

Tugas STP mengenai keinginan berbisnis di masa depan

Hai guys..
Tulisan diblog saya hari ini ingin bercerita sedikit tentang keinginan berbisnis di masa depan. Yaitu keinginan berbisnis membuka usaha Warung Kita. Nama warung ini saya ambil karena terlihat sederhana dan simple yang terpenting itu direspon oleh masyarakat dengan baik. Keinginan ini terfikir karna saya terlahir dalam keluarga yang memang dari dulu sudah membuka bisnis seperti warung makan.

Analisa makanan : Warung Kita

Warung yang sederhana menyedikan makanan yang lezat yang langka yang langka/tidak bisa ditemukan diwarung yang lainnya. Selain makanannya, saya juga menginginkan pelayanan yang maksimal, prima dan menyenangkan untuk semua para pelanggan. Jadi dapat disimpulkan bahwa Warung Kita adalah Warung yang menyediakan makanan yang lezat dan langka dengan pelayanan yang semaksimal mungkin dengan harga yang pas untuk semua kalangan masyarakat.

Segmentasi :

Dalam hal ini Warung Kita mensegmentasikan makanan yang disediakan dari letak daerah yang banyak penduduk perkotaaan contohnya JABODETABEK yang berlibur ke daerah ini. Dengan makanan yang lezat dan jarang ditemukan didaerah perkotaan tempat mereka tinggal. Selain menyediakan makanan yang lezat dan langka Warung Kita mengenalkan keindahan alam, sesuai sebutan kota ini yaitu kota bahari. Kota yang penuh keindahan tentang alam sekitar seperti : Laut.

Targetting :

Warung Kita ini menciptakan makanan yang lezat dan langka dalam daerah perkotaan seperti JABODETABEK dengan pelayanan prima. Konsep serta harga yang ada di Warung Kita akan kita buat sesuai letak daerah geografis berdirinya Warung Kita.

Positioning :

Dari penjelasan yang saya paparkan diatas, Warung Kita ini membantu pelanggan yang berlibur dapat menyantap makanan lezat dan langka (makanan yang jarang mereka temui didaerah perkotaan. Dengan slogan "puas lidahmu, wareg wetengmu" ini saya keluarkan agar pelanggan dapat membedakan rasa lezat Warung Kita dengan warung-warung yang lain dan ingin berkunjung lagi dikemudian hari.

Demikian cerita sedikit tentang keinginan berwirausaha di masa depan. Semoga tugas yang saya buat ini sesuai dengan apa yang di perintahkan Oleh dosen yang bersangkutan pada mata kuliah Pengantar Bisnis# ini. Terimakasih

Kamis, 16 Oktober 2014

Keinginan Berbisnis di Masa Depan

Assalamu'alaikum...
Semoga ga bosen yah baca blog saya ini, yang penuh cerita dan impian.

Kesempatan kali ini saya ingin memberitahu kenginan saya untuk berbisnis di masa depan kalau perlu pada usia dini seperti sekarang ini saya ingin mulai belajar berbisnis. Karena tidak selamanya menjadi karyawan atau bekerja disuatu perusahaan itu menyenangkan. Adakalanya kita bosan atau jenuh dengan aturan dan tuntutan perusahaan. Maka dari itu saya ada keinginan untuk membuka peluang usaha, disamping itu saya juga dapat membuka lapangan pekerjaan.

Saya lahir dikeluarga yang memang sudah mempunyai bisnis/usaha. Ini yang mendasari saya ingin berbisnis/membuka usaha. Tepatnya saya ingin mengembangkan usaha warung nasi orang tua saya yang tidak hanya 1 daerah saja. Saya ingin membuka didaerah kota kelahiran saya Tegal. Kota yang sudah cukup ramai, banyak perguruan tinggi, bank pemerintah, kantor-kantor juga sekolah-sekolah cukup banyak di kota Bahari itu. Memang mayoritas penduduk disana adalah seorang petani dan nelayan. Maka dari itu kesempatan saya untuk membuka peluang usaha disana karena belum banyak warung nasi. Saya juga ingin membuka bisnis ini dengan pelayanan yang maksimal dan harga yang terjangkau sesuai dengan pendapatan yang mereka dapat perharinya. Agar mereka dapat kembali mampir kembali ke warung nasi saya.

Disamping pelayanan dan harga terjangkau, saya juga ingin masyarakat disana mengenal cita rasa makanan diwarung saya supaya mereka dapat membedakan cita warung nasi saya dengan warung nasi yang lainnya. Lokasi yang strategis juga yang perlu saya butuhkan supaya jalur akses menuju warung nasi saya mudah. Juga keuntungan yang optimal yang saya harapkan. Mungkin usaha ini butuh modal financial yang tidak sedikit tetapi kalau kita sabar dan berusaha pasti kita dapat keuntungan lebih. Besar kemungkinan kita juga bisa mengalami feiled tetapi yang terpenting kita harus terus berusaha dengan diiringi do'a dan sabar agar kesuksessan nantinya yang akan menghampiri.

Sekian cerita keinginan berbisnis di masa depan ini, semoga dapat terwujud, aminnn 

Wassalamu'alaikum...